Gabby A.30 December, 2023
Uncategorized
Media sosial adalah wadah tepat bagi seseorang untuk mulai membangun personal branding. Sekarang kita sudah berada di era digital. Hampir semua aspek kehidupan masyarakat bergantung pada teknologi digital modern.
Platform media sosial bukan hanya berguna sebagai sarana komunikasi jarak jauh. Fungsinya semakin luas termasuk untuk keperluan pekerjaan dan bisnis.

Media sosial, tujuan utamanya membuat konten. Konten untuk menginformasikan kepada publik tentang citra diri seseorang. Singkatnya, kamu ingin dikenal sebagai apa? Jika kamu hobi memasak dan ingin menjadi chef profesional maka buatlah konten terkait bidang tersebut.
Dari contoh tersebut, kita jadi tahu kalau ada 2 poin utama saat ingin memulai personal branding yaitu :
Kedua hal penting ini akan mengarahkanmu pada konsistensi dalam membangun personal brand lewat media sosial. Konten-konten terkait bidang tersebut juga lebih long lasting. Kenapa demikian? Alasannya karena kamu sudah memiliki arah dan tujuan jelas, tentang hal-hal atau skill yang ingin dikembangkan.
Dalam membangun personal branding, kamu harus punya tujuan. Pastikan kalau tujuan tersebut sesuai agar lebih konsisten.
Banyak orang bingung saat membuat konten di media sosial. Salah satu penyebabnya karena tujuan personal brandnya masih belum jelas. Akibatnya mereka cenderung membuat konten secara sembarangan.
Pemikiran ‘yang penting bikin konten sebanyak-banyaknya dulu untuk menarik viewers’ adalah kesalahan fatal. Pertama, hal ini membuat personal brandingmu tidak terfokus pada satu bidang atau tujuan. Semua konten akan terlihat kurang profesional bahkan membuat publik bingung.
Sebenarnya apa yang ingin kamu tunjukkan dan informasikan kepada mereka?
Misalnya begini, kamu ingin mem-branding diri sebagai influencer yang peduli tentang kesehatan mental. Kamu berhasrat upload konten 20x dalam sehari agar segera mendapatkan engagement. Akan tetapi sebagian besar konten tersebut tidak fokus membahas persoalan mental. Kamu malah ikut-ikutan memposting opini tentang politik terkini karena sedang populer dan viral.
Meskipun banyak diperbincangkan namun hal tersebut tidak sejalan dengan tujuan personal brandingmu. Kecuali kamu bisa mengaitkan hal-hal viral tersebut dengan tujuan utama. Jadi cobalah membuat konten berkualitas secara profesional agar branding tersebut berhasil.
Dalam personal branding di media sosial, kunci utamanya adalah popularitas. Orang akan melakukan berbagai cara agar konten-kontennya memiliki puluhan ribu bahkan jutaan viewers. Jika brand kamu semakin dikenal maka kepercayaan audiens juga semakin besar.
Publik akan mengakui jika brand yang kamu bangun memang layak dan berkualitas. Dari situlah kita dapat mulai menjual apa yang kita tawarkan, berupa bisnis barang maupun jasa. Contohnya, jika tadi kamu seorang influencer kesehatan mental maka akan mendapatkan banyak tawaran mengisi acara motivasi, seminar, webinar, hingga kelas bimbingan psikologis.
Tugas paling penting adalah mencari cara untuk membangun audiens sebanyak-banyaknya di media sosial. Kelihatannya memang mudah karena platform seperti Instagram, Facebook atau Twitter diakses setiap hari oleh jutaan orang di seluruh dunia.
Akan tetapi apakah mereka tergolong target audiens kamu atau bukan? Apakah kontenmu menarik dan mampu memenuhi kebutuhan mereka? Itulah alasan kenapa seseorang bersusah payah mengasah skill sebagai content creator untuk memproduksi konten berkualitas.
Ada beberapa cara mengumpulkan target audiens untuk menunjang personal branding kamu, seperti:
Membangun personal branding di media sosial lebih cepat daripada pakai media lain. Dengan memanfaatkan dunia digital, apa yang kamu ingin kenalkan dan promosikan jadi cepat terjangkau oleh audiens.
Ranah cakupan media sosial lebih luas, praktis, fleksibel dan tepat sasaran. Platform tersebut akan memberikan manfaat maksimal jika kamu berhasil menerapkan strategi tepat. Kamu bisa belajar mengotak-atiknya sendiri atau ikut kursus personal branding media sosial yang diselenggarakan oleh para profesional.
Jika kamu merasa postingan ini bermanfaat, bagikan dengan cara klik tombol di bawah
Ikuti kursus populer di bawah ini
Baca artikel lain yang menarik di bawah ini
Artikel ini bertujuan ngasih kamu wawasan dan pengetahuan buat bantu kamu membangun hubungan profesional yang kuat dan sukses lewat komunikasi yang lebih baik. Dengan memahami dan menguasai keterampilan ini, kamu bakal membuka jalan menuju lingkungan kerja yang lebih harmonis, produktif, dan penuh rasa saling percaya.
personal branding adalah "tabungan reputasi" – investasi jangka panjang yang butuh perhatian, dedikasi, dan konsistensi. Sama seperti kamu menabung uang untuk masa depan, setiap tindakan, keputusan, dan interaksi kamu membantu membangun reputasi yang semakin kuat.
VIPS itu singkatan dari Values (Nilai), Interests (Minat), Personality (Kepribadian), dan Strengths (Kekuatan), yang jadi dasar kokoh buat menciptakan citra diri yang autentik dan menarik.
Kompetensi adalah fondasi utama yang dibutuhkan untuk merajut narasi personal branding yang kuat dan meyakinkan. Ini bukan hanya tentang keahlian teknis semata, tetapi juga merupakan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang kamu asah hingga menciptakan integritas profesional yang tak terbantahkan.
Dengan strategi DARE (Define, Attract, Reinforce, dan Engage), kamu dapat menciptakan personal branding yang tidak hanya membuatmu unik dan mudah diingat, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk kesuksesan jangka panjang. Melalui keberanian untuk tampil beda, kamu dapat menorehkan namamu di benak orang lain dan membuka pintu menuju peluang yang lebih luas.
Edutrans Institute merupakan sebuah platform transformasi edukasi yang memiliki misi untuk menyederhanakan & mempermudah proses pembelajaran melalui berbagai pilihan e-course sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan industri masa kini tentunya.
Copyright © 2023 Edutrans Institute.