Gabby A.22 December, 2023
Uncategorized
Apa yang ada di dalam pikiranmu ketika mendengar kata public speaking?
Sebagian banyak orang pasti langsung memikirkan salah satu kemampuan dasar manusia yaitu berbicara. Sayangnya kemampuan ini sering mendapatkan stigma jelek seperti ‘ah paling cuma modal ngomong’ atau ‘pinter ngomong doang!’ atau ‘alah bisanya cuma gedebhus’, kalau kata orang Jawa.
Mereka masih menganggap kalau kemampuan berbicara adalah hal mudah sebagai bakat alami seorang manusia. Padahal realitanya tidak semudah itu karena terdapat metode dan strategi khusus agar informasi bisa tersampaikan dengan baik.
Benarkah keahlian tersebut hanya bermodalkan omong besar saja?
Public speaking adalah seni berbicara di depan publik. Disebut sebuah seni karena seseorang harus mempunyai keterampilan menyampaikan informasi kepada banyak orang.
Menurut buku Public Speaking Strategic for Success karya David Zarefsky, menyebutkan kalau public speaking merupakan proses interaksi dan komunikasi berkelanjutan antara pembicara dan pendengarnya. Dengan begitu pesan atau gagasan dapat tersampaikan.
Tujuan public speaking secara garis besar adalah menyampaikan pesan, gagasan atau informasi tertentu. Sayangnya tidak semua pesan dapat tersampaikan dengan baik. Seseorang butuh keahlian berbicara dengan melihat kondisi lapangan, target audiens serta kebutuhannya.
Jika harus memilih antara mendengarkan pidato upacara bendera setiap Hari Senin dan motivasi Mario Teguh selama 2 jam. Menurut kamu, mana yang lebih menyenangkan?
Kenyataannya, pendengar lebih betah mendengarkan omongan Mario Teguh karena terdengar menyenangkan. Sementara itu, pidato upacara mungkin mengandung banyak hal penting tetapi membosankan. Pertanyaannya, apakah kamu bisa menangkap pesan penting jika cara penyampaiannya sulit diterima? Mungkin hanya sedikit atau bahkan tidak sama sekali.
Mempertahankan interaksi berkelanjutan dengan audiens bukan perkara mudah. Seorang pembicara harus memiliki keahlian berbicara dan pandai mengamati situasi sekitar. Adapun tujuan tersebut sebagai berikut :
Jika keahlian berbicara begitu sulit, lalu apa saja manfaat public speaking terutama bagi pembicara?

Pembicara dapat menggunakan metode public speaking tertentu sesuai keperluan dan situasi. Metode yang tepat menentukan tinggi rendahnya antusiasme audiens terhadap informasi yang kamu sampaikan. Coba simak beberapa metode di bawah ini!
Metode ini memperbolehkan pembicara membawa dan membaca naskah pidato. Naskah tersebut berisi informasi terstruktur mulai dari awal hingga akhir acara. Adapun tujuannya untuk meminimalisir kesalahan bicara yang membuat kamu terlihat kurang profesional.
Metode public speaking ini sangat cocok untuk pembicara pemula yang tidak ingin terlalu terlihat membaca naskah. Caranya dengan membuat transkrip terlebih dahulu kemudian dihafalkan. Kamu perlu berlatih beberapa kali agar tidak terjadi kesalahan selama berbicara di depan audiens.
Metode extempore menggunakan catatan kecil berisi outline atau garis besarnya saja. Catatan tersebut tidak berupa naskah panjang dan hanya bertujuan untuk mempermudah pembicara ketika mengingat poin utama dari materi.
Public speaking yang menggunakan metode impromptu tentu sudah tergolong profesional. Pembicara-pembicara besar yang mempunyai pengalaman bertahun-tahun sehingga mahir menguasai suasana dan kebutuhan audiens. Impromptu tidak memerlukan naskah dan sifatnya insidental.
Biasanya metode impromptu terbagi menjadi tiga jenis. Ada yang butuh sedikit persiapan, tidak ada persiapan dan berlatih sekedarnya saja. Pembicara memiliki kemampuan berimprovisasi yang baik sehingga pidatonya terlihat mulus.
Kesimpulan
Public speaking terlihat sepele karena orang awam menganggapnya sebagai kemampuan dasar manusia untuk berbicara dan berkomunikasi. Akan tetapi keahlian ini membutuhkan metode dan strategi khusus supaya seorang pembicara mampu menyampaikan gagasan sekaligus memiliki power untuk memengaruhi audiens.
Tidak mengherankan kalau seorang public speaker profesional butuh waktu bertahun-tahun untuk menguasai skill ini. Kamu juga punya kesempatan yang sama untuk menjadi pembicara top. Daripada belajar secara otodidak, kamu bisa mengikuti public speaking kursus yang terpercaya seperti Powerful & Impactful Public Speaking Training.
Jika kamu merasa postingan ini bermanfaat, bagikan dengan cara klik tombol di bawah
Ikuti kursus populer di bawah ini
Baca artikel lain yang menarik di bawah ini
Artikel ini bertujuan ngasih kamu wawasan dan pengetahuan buat bantu kamu membangun hubungan profesional yang kuat dan sukses lewat komunikasi yang lebih baik. Dengan memahami dan menguasai keterampilan ini, kamu bakal membuka jalan menuju lingkungan kerja yang lebih harmonis, produktif, dan penuh rasa saling percaya.
personal branding adalah "tabungan reputasi" – investasi jangka panjang yang butuh perhatian, dedikasi, dan konsistensi. Sama seperti kamu menabung uang untuk masa depan, setiap tindakan, keputusan, dan interaksi kamu membantu membangun reputasi yang semakin kuat.
VIPS itu singkatan dari Values (Nilai), Interests (Minat), Personality (Kepribadian), dan Strengths (Kekuatan), yang jadi dasar kokoh buat menciptakan citra diri yang autentik dan menarik.
Kompetensi adalah fondasi utama yang dibutuhkan untuk merajut narasi personal branding yang kuat dan meyakinkan. Ini bukan hanya tentang keahlian teknis semata, tetapi juga merupakan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang kamu asah hingga menciptakan integritas profesional yang tak terbantahkan.
Dengan strategi DARE (Define, Attract, Reinforce, dan Engage), kamu dapat menciptakan personal branding yang tidak hanya membuatmu unik dan mudah diingat, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk kesuksesan jangka panjang. Melalui keberanian untuk tampil beda, kamu dapat menorehkan namamu di benak orang lain dan membuka pintu menuju peluang yang lebih luas.
Edutrans Institute merupakan sebuah platform transformasi edukasi yang memiliki misi untuk menyederhanakan & mempermudah proses pembelajaran melalui berbagai pilihan e-course sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan industri masa kini tentunya.
Copyright © 2023 Edutrans Institute.